Cerita Hottt

Sesampainya didalam mobil ki***g hitam milik paman Tomy. Wajah Ryn lansung mendekat kearah Andrian dan lebih dulu menyambarnya. Bibirnya dengan lugas melumat bibir Andrian yang tadi sudah basah karena ciumannya di bangku taman. Beruntungnya kaca mobil Milik Paman Tomy tidak tembus pandang, jadi mereka aman. Tidak akan ada yang bisa melihat aktifitas mereka dari luar.
” hmm bang…” Ryn berdesah pelan. Ia merasa kesulitan karena terhalang pembatas ditengah – tengah antara kursi pengemudi dan kursi penumpang disampingnya. Namun itu tidak menghalangi gairahnya kepada suaminya yang sudah membara.
” Bangg… Mmmphhhh aku ingin lebih dari ini bang..akkhh..” Tangan Ryn berusaha menurunkan resleting celana dan kini benda lonjong dan besar itu tampak ketara di balik CD Andrian. Mata Ryn yang terpanah melihat benda itu yang sudah tampak mengacung.
Ia melirik ke arah Andrian memberikan kode bertanda meminta izin. Untuk memainkan benda berharga milik suaminya itu. Mata Andrian yang masih tampak sayu memandang tajam bola mata Ryn. ” Lakukan lah sayang” pinta Andrian.
Setelah mendapatkan izin dari sang pemilik, Ryn pun langsung menarik celana dalam yang Andrian kenakan. Dan mengeluarkan sesuatu yang ada didalamnya.
Tangan lentiknya dengan susah payah mengeluarkan benda yang telah mengeras itu. Setelah benda tersebut bebas dari kurungannya. Ryn langsung mengulum habis kepala b***ng raksasa milik suaminya. Terasa sesak di mulut Ryn. Memanglah milik suaminya itu membuat Ryn selalu merasa ketagihan. Meskipun ia pernah trauma akan keganasan suaminya dalam menggaulinya pada malam itu, namun tidak membuat Ryn jera untuk menikmati kejan****n yang membuat ia terlena.
Cukup lama Ryn mengulum ba***g milik suaminya. kepala Ryn naik turun seiring dengan irama pijatan ditangannya. Sesekali ia memasukannya lebih dalam sampai rongga tenggorokan, membuat Ryn seperti ingin muntah.
” Akkhhhhhh…mmmppphhh Kamu pintar sayang..” puji Andirian. “Aaaakkkkkhhhh…”
Mendengar desahan dan pujian dari suaminya membuat Ryn Semakin gencar menggerakkan mulutnya. tangannya masih terus melingkar dan mengurut sebagian ba***gnya yang panjang.
Ryn yang masih duduk dibangku penumpang itu pun melompat ke kursi pengemudi, dan duduk dipangkuan Andrian. Kakinya melebar dan mengangkang pas di depan ba***g nya yang sudah basah.
” sayang.. Aku buka yaa ” bisikan pelan suara Andrian terdengar di telinga Ryn. Dan Ryn mengizinkan Andrian untuk membuka celana levis yang ia kenakan.
Milik Andrian kini telah tertancap di dalam liang miss- v milik Ryn. Bokong Ryn yang semok bergerak naik turun sampai terdengar bunyi ceplakk. Ryn memegang dada Andrian yang bidang sambil mendongakkan kepalanya keatas, memejamkan matanya, merasakan kenikmatan yang tiada tara.Andrian membiarkan Ryn menguasai permainan nya sendirian.
Mereka melakukan aktifitas itu hampir sekitar sepuluh menit lamanya. desahan demi desahan beradu di dalam mobil. Mereka tidak dapat menahan suara desahan yang keluar dari mulut mereka. Mobilnya ikut bergoyang begitu cepat. Membuat orang yang melintas pasti akan kebingung melihatnya.
Semakin lama ia semakin mempercepat goyangan nya. “Mmmmppphh bangg aku mau keluar… Akhhhh…” Ryn yang tak kuasa menahan ledakan nafsu yang membara pun terjatuh di tubuh Andrian. Tangan nya mencengkram pundak Andrian yang kokoh. Tubuh Ryn bergetar hebat merasakan org***e yang membabi buta.
“.. Bangg…mmmppph… Aku sayang sama abang..” Ryn mengungkapkan perasaanya kepada lawan mainnya itu.
” Mmphhh, ia sayang.. Aku juga sangat sayang sama kamu. Kamu hebat sekali sayangg.. Hmmm..” Andrian memuji kehebatan istrinya yang telah membuat ia merasa puas tanpa bantuan darinya.
Ryn kembali ke tempat duduknya sembari mengenakaan kembali celananya.
” Kita pulang yukk.. Abang kan bilang mau mencoba lagi, untuk membuat momongan?..” Ajakan Ryn kepada Andrian. Membuat Andrian heran dengan permintaan istrinya.
” belum puas kah kamu sayang.. Hah?? Lagi pula siang siang gini kamu mau melakukan nya? Mau mencoba nya lagi..?”
” iyaa abangg.. Ayoo ga apa. Mau siang atau malam sama sama wenaakk.. Aku sudah menginginkannya lagi bang… Hmmm aku masih belum puas bermain denganmu” bisikan nakal terdengar di telinga Andrian. Membangkitkan kembali gairahnya. Dengan segera ia menancap gas, dan berjalan pulang menuju rumah.
” okee baiklah.. Gasskeuunn…!”
Didalam perjalanan Ryn tak kuasa menahan keinginan nya. Matanya tidak berhenti melihat kearah milik Andrian yang sudah terlihat kembali berdiri dibalik celana yang ia kenakan. Ia tertawa nakal melihatnya.
” kamu kenapa ketawa? Apakah ada yang lucu”. Andrian bertanya karena heran melihat Ryn yang tertawa.
” itu…. ” Ryn melirik kearah pentungan. Menunjukkan kepada Andrian. Berusaha memberi tahu bahwa ia tertawa melihat miliknya yang sedari tadi timbul dibalik celana.
Andrian yang tersadar pun ikut tertawa melihatnya..
” ohh jadi kamu tertawa melihat si jago yang kembali bangun dari tidur nya. Ckckck. Sabar yaa jago sebentar lagi kita sampai rumah. ” Andrian mengelus pelan barang berharga nya dan berusaha menenangkan dirinya.
Melihat Andrian mengelus pelan miss- P. Ryn pun mulai melakukan hal nakal. Tangannya menjulur kearah Andrian dan mengelus pelan miliknya.
” heiii sayang.. Jangan nakal ahh… Aku lagi nyetir nihh berbahaya tau..” Ucap Andrian yang tidak nyaman dengan apa yang Ryn lakukan.
” Aku hanya ingin menenangkannya bang…Mphhh tunggu sebentar yaa jago. Kamu pasti akan mendapatkan nya lagi.” Ryn membuka kembali resleting celana yang sudah tertutup.
Ryn mengatakan itu seakan memberi pengertian kepada adiknya sendiri. Awalnya ia mengelus pelan milik suaminya. Namun lama lama ia meremasnya dengan gemas.
” Ryn.. Hmmmpp… Apakah kamu tidak bisa menunggunya lagi.. Ini kita sudah sampai looohhh… Akkhhh.. Ryn… aku harus fokus di perjalanan sayang. Ini berbahaya Ryn…” Suara Andrian mulai berat. Karena mendapatkan serangan dari tangan nakal Ryn.
***
Sesampainya di depan rumah, Andrian langsung memarkirkan kendaraannya di dalam garasi rumah bibi Hilma.
Dengan terburu- buru Ryn membuka pintu mobil dan mereka berlarian ke dalam rumah seperti peserta master chef yang diubar – ubar waktu.
‘Cklekk’ pintu rumah pun terbuka. Mereka kembali berlari ke arah kamarnya.
Bibi Hilma terheran – heran melihat tingkah laku mereka seperti kanak kanak yang sedang berlomba lari. ” heyy.. Hati – hati jangan berlarian seperti itu. Kalian bisa jatuh” bibi Hilma berusaha mengingatkan mereka.
” iyaa bi, tenang kita sudah hati hati kok..” teriak Andrian.
Tak lama suara tubuh yang jatuh pun terdengar ‘ brukk..’ Ryn yang sudah lebih dulu sampai ke dalam Kamar. Terkejut mendengar suara itu dan kembali berlari ke arah Andrian.
Rupanya Andrian terjatuh karena terpeleset. Paman tomy yang berada di dekat nya berusaha mengulur kan tangan nya. Membantu Andrian agar dapat bangun kembali.
” kamu ga apa Andrian” tanya paman Tomy.
” Hehe ga apa ko paman. Aku hanya terpeleset.”
Melihat Andrian yang telah berdiri dihadapannya. mata paman Tomy terfokus kepada resleting Andrian yang masih terbuka lebar. Paman Tomy tertawa terbahak – bahak melihatnya.
” Andrian… Andrian kamuu tuh yaa.. kalau habis bertarung tuhh.. Mbok.. Yaa ditutup dulu gitu lohh. Biar ga terbang burungnya.. Akhirnya kan kamu jatohh.” paman Tomy mengejek Andrian yang tersipu malu. Wajah nya memerah setelah melihat resleting nya masih terbuka lebar.
” hehe maaf paman udah ga ketahan. Sampai lupa nutup warung. Paman aku permisi dulu yaa mau lanjutkan pertarungan nya..” Pinta Andrian
” hiyaaalahh… Bocah.. Bocah. Yowes lah sanahh susul. sebelum istrimu merajuk.” Paman Tomy melirik ke arah Ryn yang sedari tadi berdiri tak jauh dari mereka. Lalu ia pun mengizinkan Andrian untuk pergi dari hadapannya.
” wookee pamannn..” Andrian berlari meninggalkan paman nya dan bergegas ke dalam kamar mereka.
Sesampainya diambang pintu. Andrian menutup pintu kamarnya dengan pelan pelan. Dan membalikan badan kehadapan Ryn. matanya terbelalak melihat apa yang istrinya lakukan.
Dengan posisi membelakangi Andrian, Ryn melucuti satu persatu pakaiannya. Menampilkan tubuhnya yang putih, mulus, dan sexy. Pan**t nya yang semok terlihat jelas dimata Andrian.
Andrian menelan ludah sejenak. Ia pun duduk di kursi yang ada di pojokan kamar, tangan nya juga berusaha membuka satu persatu kancing kemeja yang ia kenakan. Sampai ia bertelanjang dada. Diatas kursi nya ia membuka lebar lebar paha dan meletakkan tangannya diatas kepalanya untuk bersandar. Membuat Andrian terlihat sangat sexy, seperti laki laki yang sedang menggoda.
Ryn yang berada disebrang sana menari sambil bertelanjang bebas tanpa buasana. Gerakkan nya erotis bak wanita yang ada di dalam club club malam. Membuat Andrian sangat tergoda melihatnya.
Ia berjalan dan duduk dibawah kursi Andrian. Tangan Ryn meraih ba***g yang tertidur itu dan Mengulum ganas dengan tempo yang sangat cepat. Ryn yang tidak tahan lagi ingin segera mengeluarkan cairan tersebut, dari barang milik suaminya untuk menghilangkan dahaga.
” iyaahhh sayanggg terus lakukan itu. Kamu sangat pintar sayang.. Akkkhhh…” Andrian terus memuji kehebatan nya.
Tangan Andrian kini berada di kepala Ryn, menjambak pelan rambutnya, dan menarik turunkan kepala Ryn dengan cepat “akkkhhh sayangg.. Aku hampirr sampai puncak sayang…akhhh.. Terus sayang..” pinta Andrian sambil terus menjambak dan menggenggam rambu panjang Ryn.
“Aaaaakkkkhhhhhhhhh” desahan panjang terdengar dari mulut Andrian. Seperti nya ia sudah sampai puncak nya.
“Akhhhh.. Mphhh kini giliran kamu sayang.. Abang akan memuaskan kamu Hingga pagi menjelang.”
Andrian membopong tubuh Ryn. dan mengangkat Kepalanya yang berpangku di kaki Andrian. Ia menciumi bibir wanita nya dan merebahkan tubuh Ryn diatas kasur mereka.
” Celana dalammu sudah becek sekali sayangg…” Andrian melihat buas kearah celana dalam Ryn. Dan membuka paha Ryn selebar mungkin.
Tangan nya membuka celana dalam Ryn yang masih membungkus apem nya itu. Lalu dengan buas Andrian memainkan liang nya dengan menjulurkan lidah Menjilatinya seperti permen. Posisi Ryn yang terbaringpun hanya bisa berdiam sambil menggigit bibir bawahnya. Dan tersirat wajah nya yang terlihat sensual.
” hmmm abang…. Ryn suka bang lanjutin bang.” Ryn memintanya kepada Andrian membuat perbuat Andrian semakin nakal.
Dia menggigit sesuatu yang seperti biji kacang dengan binal, membuat Ryn sangat kelojotan. Ia Menggeliat menahan rasa sakit bercampur kenikmatan. Part ini adalah yang paling Ryn suka didalam permainan. ia sangat suka jikalau suaminya memainkan lidah dan giginya nya ke bawah sana. Dan Andrian sang suami paham betul bagaimana cara membahagiakan istrinya itu.
Sambil mengemut biji kacang itu, tiga jari Andrian dimasukkan kedalam liang miss- V milik Ryn. Dan mengocok – ngocok nya dengan cepat, otomatis membuat Ryn tersentak dan semakin kelojotan tak karuan. Ryn meronta – ronta sembari menjambak rambut Andrian yang sedikit gondrong. Ryn mendesah kencang mendapatkan permainan itu. Gelombang kenikmatan tak mampu ia tahan lagi.
” sudahh abang… Akkggh..” Rintihan Ryn terdengar ditelinga Andrian. Hingga pada akhirnya ia menghentikan permainan itu dan mencabut ketiga jarinya dari dalam liang yang sudah banjir ada cara deras mengalir dari dalam. Ryn mendesah panjang Andrian masih terpaku dan menyapu bersih menggunakan lidahnya.
Ryn terkapar di atas ranjang dengan nafas yang menderu. Setelah nafasnya sudah mulai normal. Ia lantas memuji permainan suaminya. ” hmmm abang hebatt sekalii.. Terimakasih abang..”
Andrian yang mendengar pujian itu merasa sangat bangga dan bahagia. Ryn menatap tajam mata Andrian yang masih berdiri di depannya sembari menggesek – gesekkan rudalnya yang panjang. Tak lama Kemudian Andrian mendekatkan rudalnya ke depan kubangan itu.
Tubuh Ryn yang masih bergetar itu tersentak ketika Rudal milik suaminya pelan – pelan menembus ke dinding kewanitaan milik Ryn. Mata itu menatap kearah langit naluri kewanitaan seakan ikut melayang menikmati permainan. Mulutnya refleks menganga.
Andrian menggerakkan pa***tnya maju mundur dengan sangat pelan, seakan memberikan kesempatan kepadan Ryn untuk menikmatinya tanpa rasa sakit.
Ryn merintih keenakan dengan goretan wajahnya yang terlihat memelas. “Hmmm enak bang.. Iyaa bang terus bang.. Hmm abang lagi bang.” Ryn merasakan kenikmatan yang jauh lebih nikmat dari sebelum nya.
Mendengar permintaan Ryn yang terdengar seperti memelas. Andrian mempercepat kan lajurnya. Gerak nya naik turun dengan cepat seperti memompa.
” hmmmm enakk bang.. Abang hebat…” Ia memuji kehebatan suaminya. Matanya masih terpejam, ia terlihat sangat menikmati genjotan demi genjotan yang dilakukan Anderian.
” hmmm… Hmmm … gimana sayang… Enakk ?? Hahhh… Enak sayang ???.”
” ba.. Banget bang..” jawab Ryn.
Andrian terus mempertanyakan. Memancing Ryn supaya terus berkata enak..
” apa sayang.. Kamu bicara apa..? Abang mu ini tidak kedengaran.. Akhhh… Katakan sekali lagi sayang… Enak tidak?? .”
” hmmm… wenakkk sayang.. Kamu pintar sekali.. Ayoo jagoo mu itu pinterr sekali.. Ayoo lagi bang.. akhhhh…” Ryn terus meracau membuat Andrian semakin puas menjejalinya.
Terdengar suara ‘cplakk cplak…’ suara yang ditimbulkan dari paha yang beradu suara nya betul betul menggairahkan. Membuat Ryn merasa kehilangan kendali nya. Ia seperti menyerahkan semua nya kepada lelaki itu.
Setelah puas Andrian menghentikan genjotannya. Pelan pelan ia menarik sesuatu sampai terdengar bunyi ‘plup..’
Andrian beranjak naik keatas kasur dan memandangi wajah lucu istrinya yang tampak kelelahan bercampur merasakan kenikmatan. Ryn masih terus menggigit bibir bawahnya dengan mata nya yang masih terlihat sayu.
Perlahan lahan Andrian mendekat wajahnya dan mencium lembut bibirnya Ryn yang terlihat sexy. Ryn tidak membalasnya ia masih belum terlalu sadar dari mimpinya yang melayang jauh.
Sejenak Andrian melepaskan ciumannya, dan membuat Ryn menatap mata dengan penuh. Kini Kesadarannya sudah kembali.
Ryn membuka mulutnya dan membalas ciuman Andrian. Andrian yang merasa tertantang ia memajukan mulutnya dan lidah mereka saling bertautan, Andrian merasakan setiap hembusan nafas Ryn yang masih terdengar berderu cepat. Andrian menggigit lidahnya dan saling bergantian.
Tak lama Andrian melepaskan tautannya dan beranjak ke leher Ryn. Ia mengisap leher Ryn dan menggigit kecil sehingga menimbulkan tanda kissmark yang tertinggal di leher Ryn.
Tangan nya menggrilya meremas pelan ke dua buntelan indah Milik Ryn. Mencubit pu***g nya, memutar, dan menariknya ke kiri dan kanan.
Ryn hanya terdiam pasrah menikmati cumbuan dan sentuhan Andrian yang membuatnya kembali melayang ke langit.
” Aku akan memberikan nafkah batinmu sebagai suami hingga pagi. Giliran ku yang memuaskanmu kali ini sayang….”
” hhhmmm… Iyaa baang.. Aaakhhh akuuhh sayangghh kamuu banghhh..”
Mereka pun melanjutkan pertarungannya hingga pagi. Entah sudah berapa ronde permainan yang mereka mainkan hingga pagi menjelang.

About Author